Modul Kelas IV. Tematik 1 subtema 3 Kelas 4





A. IPS
Tahukah kamu bahwa banyak sekali makanan khas daerah di negeri kita ini? Berikut adalah beberapa contohnya. Ayo, kita kenali beberapa di antaranya!
  1. Sega jamblang (nasi jamblang dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Nama jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat Kota Cirebon.
  2. Nasi pecel adalah sarapan kesukaan masyarakat Madiun, Jawa Timur.
  3. Lontong sayur sangat mudah kamu temui di Jakarta dan Jawa Barat sebagai menu sarapan favorit.
  4. Nasi krawu adalah makanan khas Kota Gresik yang terbuat dari campuran nasi dan daging sapi dengan kadar minyak yang cukup tinggi.
  5. Nasi gudeg, atau dalam bahasa Jawa disebut sego gudeg, adalah makanan favorit di Yogyakarta.


B. Bahasa Indonesia
Gagasan Pokok/Gagasan Utama: Gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah
paragraf. Gagasan pokok ada di dalam kalimat utama yang
letaknya di awal atau akhir paragraf.

Ciri Gagasan Pokok:
  1. Kalimatnya terfokus pada isi dan topik paragraf
  2. Informasi yang disampaikan bersifat umum
  3. Berbentuk frase karena merupakan intisari dari kalimat utama
Gagasan Pendukung: Gagasan yang mendukung gagasan pokok, diwakili oleh lebih dari satu
kalimat pendukung.

C. IPS

1. Rumah Adat
 2. Makanan Khas Daerah
 3. Tarian Daerah
4. Suku di Indonesia
D. SBDP
Alat Musik Tradisional: Ragam alat musik khas daerah di Indonesia, digunakan untuk
mengiringi tarian tradisional atau tradisi adat.
Gerakan pada Tari Kreasi Daerah: Perpaduan antara gerak tari tradisional dan tari klasik
E. PKn

Keragaman: Kondisi yang berbeda-beda dalam kehidupan masyarakat, berfungsi sebagai
alat pemersatu bangsa.
Bentuk-bentuk Keragaman: suku bangsa, agama, ras, bahasa daerah, rumah adat, dll.
Keragaman masyarakat Indonesia tersebut dipersatukan melalui:
  1. Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”: Berbeda-beda tetapi tetap satu juga
  2. Bahasa Nasional: Bahasa Indonesia
  3. Bendera Kebangsaan: Merah Putih
  4. Lagu Kebangsaan: Indonesia Raya
  5. Lambang Negara: Garuda Pancasila
  6. Bentuk Negara: Republik
  7. Dasar Negara : Pancasila
  8. Hari Kemerdekaan: 17 Agustus 1945

F. IPA

Bunyi dan Sifat-sifatnya
Bunyi: Getaran yang merambat dari sumber bunyi hingga ke alat pendengaran (telinga).

Sifat-sifat Bunyi:
  1.  Dapat merambat melalui perantara zat padat, cair, dan gas
  2. Tidak dapat merambat pada ruang hampa

Frekuensi: Banyaknya bunyi yang merambat setiap detiknya. Makin besar frekuensi, makin
nyaring bunyinya.Telinga sebagai Alat Pendengaran pada Manusia

Telinga: Alat indra pendengaran dan pengatur keseimbangan tubuh. Telinga manusia hanya
dapat mendengar bunyi berfrekuensi 20 – 20.000 Hz.

Bagian-bagian Telinga:

  1. Telinga Luar: Daun Telinga, Daun Saluran Telinga
  2. Telinga Tengah: Gendang Telinga, Tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi)
  3. Telinga Dalam:
  • Rumah Siput (Koklea): menjaga keseimbangan tubuh dan mengubah getaran bunyi menjadi sinyal saraf
  • Saraf Pendengaran: menghantarkan sinyal saraf ke otak
  • Saluran Eustachius: menghubungkan telinga dan mulut
Proses Pendengaran:

.3. Pemantulan dan Penyerapan Bunyi

  1. Pemantulan Bunyi: Bunyi dipantulkan jika mengenai permukaan keras, seperti: kayu,kaca, dinding, atau besi.

Sumber gambar: Materi4belajar.blogspot.com
  • Gaung: Bunyi pantul datang bersamaan dengan bunyi asli, sehingga suaranya samar dan bersahut-sahutan. Terjadi pada jarak dekat (ruang sempit).
  • Gema: Bunyi pantul datang setelah bunyi asli selesai, sehingga suaranya terdengar jelas. Terjadi pada jarak jauh (ruang luas, ruang terbuka).


     2. Penyerapan Bunyi: Bunyi dapat diserap oleh benda yang permukaannya lunak (benda peredam bunyi).

Contoh benda: karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol.
Contoh penyerapan bunyi: karpet di dinding studio musik dan bioskop.

Bagaimana, lebih singkat, kan, materinya? Tidak perlu bingung-bingung lagi karena sudah dipisahkan berdasarkan mata pelajarannya. Selamat belajar dan sampai jumpa di rangkuman materi ajar berikutnya :D